Kamis, 28 Agustus 2014

Mungkinkah ini yang namanya HIKMAH?

Ya Allah terima kasih atas segala nikmat yang telah Kau berikan kepadaku....
Malam ini aku sadar betapa beruntungnya diriku masih Kau beri kesempatan untuk menggali ilmu...
Akhir-akhir ini aku sering berpikir " mungkinkah ini hikmah dari ujian yang Kau berikan selama ini Tuhan?"
Banyak sekali Ya Allah teman-temanku yang kurang beruntung....
Rasa bahagia ini sampai membasahi pelupuk mataku untuk yang penuh dosa Ya Tuhan....

Aku cukup dengan rasa ini Ya Tuhan...
Aku tidak ingin meminta, memohon yang memang tak pantas untuk kudapatkan....
Tapi cukup biarkan kehidupan ini berjalan pada porosnya....

Walaupun aku belum atau bahkan tidak bisa memberi kebanggan keluarga
Tolong sadarkan aku bahwa setidaknya aku bangga pada "Diriku Sendiri"

Sabtu, 26 Juli 2014

Insyaallah aku ikhlas :)

Ya Allah Ya Tuhanku....
Ajari aku untuk ikhlas...tentunya dan yang paling utama dalam menjalani hidup yang penuh "kemilau"ini.
Seorang hamba tentunya tidak ada yang sempurna (aku tahu itu), karena mereka diciptakan bukan menciptakan. Semua kesempurnaan hanya milik-Mu Sang Maha Pencipta (dan aku yakin itu).
Karena itulah, karena kesempurnaan hanya milik-Mu selalu, kehidupan hamba-hambamu sungguh penuh warna, tidak ada yang sempurna, tanpa adanya masalah. Heh...Di mana ada kehidupan yang tidak ada masalah!
Dan dalam mengatasi masalah dalam kehidupannya, hamba-hamba-Mu sungguh diciptakan dalam kesempurnaan bagi makhluk lain. Akal.... dialah yang menyebabkan adanya perbedaan hamba-hamba-Mu dalam mengatasi masalahnya. 
Ya Allah Ya Tuhanku....
Ketika seorang hamba telah berada di ujung lelahnya dan merasa tidak sanggup lagi dan ingin sebentar saja Engkau membiarkan kehidupan ini seolah mata terpejam sedikit saja.... Aku hanya meminta satu hal, Ya Tuhanku biarkanlah hidup ini tetap berjalan pada rodanya.... dan biarkanlah aku jalani "garisku dengan IKHLAS"

Kamis, 24 Juli 2014

Tanpa Judul Malam Ini


Angin lembut kembali menyapaku malam ini.
Dingin...sunyi...senyap...
Hanya kelopak mataku yang masih sibuk bergantian berjaga.
Dinginnya angin ...sampai-sampai berani menusuk kulit.
Teringat aku akan kejadian tadi siang...
Tanpa aku sengaja...tanpa aku rencanakan...tanpa aku sadari....
Itu tadi benar Ibumu?
Jujur aku nggak tahu,, karena ini pertama kalinya aku bertemu dengan beliau.
Aku sudah mati-matian berusaha melupakan, bahkan menghapus NAMAMU dari hidupku! 
Aku berusaha tidak menghadiri setiap pertemuan alumni SMP!
Aku berusaha tidak melihatmu!
Aku berusaha tidak mengenalmu!
Aku bahkan pernah membenci sahabatku sendiri!
Tapi...apa dayaku kalau tanpa aku minta, tanpa aku mau, tanpa aku kehendaki
Takdir mencoba  selalu mempertemukan kita bahkan dalam kondisi yang benar-benar tidak aku inginkan !
Apa dayaku? 
Mungkin aku saja yang merasa ke"GR"an. 
Bagaimana mungkin ...sudah 2 kali kamu mengabaikanku. Tapi dalam hal apapun, lagi-lagi masih ada kata "berharap".  Mungkin aku benar-benar bodoh atau inikah cinta yang definisinya tak kumengerti....?

Rabu, 23 Juli 2014

Gajegasih

Apasih yang bisa dilakukan seorang hamba ketika ia sudah berikhtiar semaksimal mungkin dan bardoa dalam hari-harinya TETAPI hasil yang ia peroleh nihil?
Aku sering bertanya, berpikir akhir-akhir ini.
apakah benar ini sudah menjadi takdirku? garisku?
lalu jika ia, kenapa aku harus diberi kesempatan untuk mempunyai mimpi, berharap akan mimpi itu?
Tak ada yang bisa kulakukan lagi selain aku menjalaninya dengan ikhlas dan menerima bahwa inilah GARISKU. 
Tapi sulit sekali bagi seorang hamba hanya untuk ikhlas....
Sulit sekali...mana mungkin bisa melupakan, jika untuk melupakan saja harus mengingatnya.

Ah apa iya?